$2 Click

Saturday, May 1, 2010

KATA BIJAK JALALUDDIN ARRUMI

CINTA
Cinta bagai perantara yang menaruh kasihan, datang memberi perlindungan pada kedua jiwa yang sesat ini.(Jalalu’ddin Rumi)

Sejak kudengar tentang dunia cinta, kumanfaatkan hidupku, hatiku dan mataku di jalan ini. Aku pernah berpikir bahwa cinta dan yang dicintai itu berbeda. Kini aku mengerti bahwa keduanya sama.(Jalalu’ddin Rumi)

Mencintai perempuan dibuat menarik bagi laki-laki. Tuhan sudah mengaturnya: betapa mereka akan dapat menghindari apa yang sudah diatur oleh Tuhan? Karena Tuhan menciptakan perempuan supaya Adam mendapat kesenangan, bagaimana Adam dapat dipisahkan dari Hawa? (Jalalu’ddin Rumi)

Para pecinta meratap bagai ilalang, dan cinta adalah peniup seruling.Betapa menakjubkan sesuatu yang dihembuskan oleh cinta ke dalam seruling jasad ini! Seruling tampak dan peniup tersembunyi. Sewaktu-waktu, serulingku mabuk karena anggur di bibir-Nya.(Jalalu’ddin Rumi)

Seperti Adam dan Hawa yang melahirkan sekian banyak jenis, cinta lahir dalam sekian banyak bentuk. Lihat, dunia penuh dengan lukisan, namun

ARTI CINTA


ARTI CINTA
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, ? Kami sama-sama cinta, suka sama suka.? Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Apakah sesungguhnya arti mencinta? Cukupkah dengan berjalan bersama dan menghabiskan waktu berdua ataukah cinta memiliki arti yang berbeda dan demikian luasnya…Berpuluh-puluh buku dan buah pikiran berusaha mendefinisikan arti cinta yang sesungguhnya tapi mengapa tak semua definisi itu mampu mengejawantahkan arti cinta yang sesungguhnya.. Mungkin cinta memang tak ingin terdefinisikan, dia hanya ingin dirasakan dandiagungkan oleh umat manusia…Tanpa ada syarat tertentu..Tanpa ada pembatasan tertentu… Tanpa ada kecemasan tertentu….Karena begitulah cinta seharusnya
Arti cinta menurut ahli tasawuf